Gadis-Gadis Belia Etnik Rohingya


Foto : Mafa Yulie Ramadhani/Telegraf
Foto : Mafa Yulie Ramadhani/Telegraf
Foto : Mafa Yulie Ramadhani/Telegraf
Foto : Mafa Yulie Ramadhani/Telegraf
Foto : Mafa Yulie Ramadhani/Telegraf


Aku melihat mereka menanam harapan pada sepotong lipstik itu, bukan karena ingin tampil cantik, melainkan harapan demi kehidupan yang lebih baik. Bagiku Perempuan selalu punya cara untuk mereplika rasa bahagia. Ya, perempuan selalu punya cara untuk menyembunyikan luka.

Krisis Pengungsi Rohingya sempat menarik perhatian dunia pada tahun 2015 lalu. Kejadian tersebut membuat kelompok minoritas Rohingya menempuh perjalanan laut yang berbahaya untuk melarikan diri ke beberapa negara Asia Tenggara. Sebanyak 4 kapal yang mengangkut ratusan orang etnik Rohingya terdampar di perairah Aceh Utara. Sekitar 1.062 jiwa pengungsi Rohingya ditampung di tempat pengungsian di Aceh dan 96 jiwa yang berada dipenampungan di hotel Beraspati kota Medan yang masuk melalui perairan Langkat Sumatera Utara, dan belasan diantara pengungsi tersebut adalah wanita dalam usia remaja.

Tak pernah terbayangkan oleh mereka, pada usia yang sangat belia mereka harus menghadapi dan menyaksikan peristiwa-peristiwa yang menggetirkan. “Selama berbulan-bulan kami mengarungi lautan, tanpa makanan sedikitpun, kami hanya minum air laut untuk mengisi perut”, ungkap salah satu wanita etnik rohingnya.

 Foto dan Teks : Mafa Yulie Ramadhani / Telegraf
error: Content is protected !!