Budidaya Jamur Tiram


Suhairy Tri Yadhi/Telegraf
Suhairy Tri Yadhi/Telegraf
Suhairy Tri Yadhi/Telegraf
Suhairy Tri Yadhi/Telegraf
Suhairy Tri Yadhi/Telegraf
Suhairy Tri Yadhi/Telegraf
Suhairy Tri Yadhi/Telegraf
Suhairy Tri Yadhi/Telegraf


Berawal dari sajian jamur tiram Ibu mertuanya yang menumbuhkan ide untuk menggeluiti bisnis jamur tiram dan hanya berbekal pengetahuan dari pencarian cara bercocok tanam di internet seorang lulusan Ekonomi berhasil menciptakan lapangan pekerjaan bagi sebagian warga daerahnya.

Ali Sadikin, (28) memanfaatkan halaman rumahnya di Jalan Melati Ujung, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia. Produksinya mampu mencapai 10–15 kg jamur per hari, dan 6.000–7.000 bibit dengan omzet Rp30 juta per bulan.

Budi daya jamur tiram, mulai dari proses pencampuran pressing- sterilisasi (perebusan)-inokulasi (pembibitan)-inkubasi (penyimpanan)- pembuahan, akan lancar jika menggunakan serbuk kayu bermutu. Dalam proses awal serbuk kayu dari karet lantaran badan pohon karet tidak bergetah. Jika serbuk kayu yang digunakan bergetah, biasanya jamur akan sulit hidup. Bahan yang digunakan ada dedak, serbuk kayu (karet), tepung jagung/tapioka, dan air 60% dalam setiap bibit.

Foto dan Teks : Suhairy Tri Yadhi/Telegraf

error: Content is protected !!